Senin, 12 Maret 2018

TEKS ANEKDOT



ANEKDOT

Pengertian Teks Anekdot

      Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. Dalam teks anekdot itu sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu semata melainkan terdapat juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

Ciri-ciri Teks Anekdot
Setelah kita mengetahui pengertian dari teks anekdot, teks anekdot juga memiliki ciri-ciri yang dapat berguna sebagai pembeda dari teks-teks lainya. Ciri-ciri tersebut dapat kalian lihat sebagai berikut:
1.      Teks anekdot bersifat humor atau lelucon, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan.
2.   Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.
3.      Bersifat menyindir
4.      Bisa jadi mengenai orang penting
5.      Memiliki tujuan tertentu
6.      Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng
7.   Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis

Struktur Teks Anekdot
Teks anekdot juga memiliki struktur-struktur dalam pembentukannya. Struktur teks anekdot antara lain Abstraksi, orientasi, event, krisis, reaksi, koda, dan Re-orientasi. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai tiap bagain struktur kalian bisa simak yang di bawah ini:
  • Abstraksi, bagian ini terletak pada bagian awal paragraf, pada bagian ini berisikan gamabaran awal tentang isi dari teks anekdot.
  • Orientasi, pada bagian ini berisikan awal mula, latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam teks.
  • Event, berisikan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam teks.
  • Krisis, bagian ini berisikan tentang pemunculan permasalahan yang terjadi dalam teks anekdot.
  • Reaksi, bagian ini berisikan langkah penyelesaian masalah yang timbul dalam bagian krisis.
  • Koda, pada bagian ini akan muncul perubahan yang terjadi pada tokoh dalam teks.
  • Re-orientasi, bagian ini merupakan bagian akhir dari teks sekaligus sebagai penutup dari teks itu sendiri.
Tujuan Teks Anekdot
Seperti kita ketahui teks anekdot juga memiliki tujuan yang di tujukan untuk pembaca dalam setiap kisah cerita yang ditulis. Tujuan-tujuan tersebut merupakan latar belakang bagi pengarang atau penulis  untuk menulis sebuah teks anekdot. Berikut di bawah ini merupakan beberapa tujuan dari penulisan teks anekdot.
  1. Untuk membangkitkan tawa bagi pembacanya.
  2. Sebagai saran penghibur.
  3. Sebagai saran pengkritik.
Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Teks anekdot juga memiliki kaidah kebahasaan tersendiri berbeda dari teks lainnya. Kaidah kebahasaan itu bisa kalian lihat di bawah ini.
  • Menggunakan kata keterangan waktu lampau
  • Menggunakan kata penghubung
  • Terdapat penggunaan kata kerja
  • Urutan peristiwa berdasarkan waktu
  • Menggunakan jenis pertanyaan retorik, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk dijawab.

Contoh Teks Anekdot

KISAH PEMULUNG DAN PAK RT
            Pada sing hari, di suatu komplek perumahan elite di kota besar terjadi perdebatan yang sangat seru antara Pemulung dan pak RT. Mereka memperdebatkan suatu hal remeh, yaitu di lingkungan komplek perumahan elit itu. Ada sebuah larangan “Pemulung Dilarang Masuk di Kawasan Kompleks Perumahan,”  larangan itu sudah banyak tempel dan harus ditaati oleh semua pemulung. Namun, tidak dengan pemulung ini. Ia tetap masuk di komplek perumahan. Hingga pada akhirnya, datanglah pak RT.
Pak RT            : “Pak, lagi ngapain di situ?” (dengan nada tinggi)
Pemulung        : “Bapak tidak lihat saya baru ngapain? Sudah tentu saya mungutin botol dan   
  barang-barang bekas!”
Pak RT            : “Apa bapak tidak baca tulisan bahwa pemulung dilarang masuk di komplek
  perumahan elite ini?” (sambil menunjuk pengumuman pemulung dilarang masuk)
Pemulung        : “Apa pak? Perumahan elite? Sempah berserakan semacam ini kok disebut
  perumahan elite, dan tulisan yang bapak tunjuk itu bacanya apa pak?”
Pak RT            : “Tulisan itu, berbunyi pemulung dilarang masuk di kompleks perumahan, 
  lantas kenapa bapak masih memulung di komplek ini?”
Pemulung        : “Bapak ini bagaimana sih, kalau saya bisa baca tulisan yang bapak tunjukkan itu
  tentu saya tidak akan mulung di sini pak! Oh iya pak, ini perumahan elite kan
  pak! Kenapa sampah berserakan seperti ini, jijik saya melihatnya”
Pak RT terdiam dan memilih pergi meninggalkan pemulung itu dan berpikir ada benarnya juga. Ya jelas saja pemulung yang buta huruf tidak akan bisa membaca larangan itu. Anehnya, seorang pemulung mengatakan jijik terhadap sampah yang berserakan tadi, apalagi orang seperti saya, yang dapat digolongkan sebagai orang elite di perumahan ini, memang terkadang kehidupan seorang pemulung lebih suka melihat kondisi lingkungan yang bersih. Tapi, belum tentu lingkungannya lebih bersih daripada sampah yang berserakan tadi. Memang harus ada tindakan yang tegas untuk petugas kebersihan komplek ini. Bisa-bisanya pemulung tadi merasa komplek ini tidak pantas disebut perumahan elite karena sampah yang berserakan.

Srtruktur Teks Anekdot “Kisah Pemulung dan Pak RT”
Abstraksi: 
Pada sing hari, di suatu komplek perumahan elite ada seorang pemulung yang memulung di komplek perumahan.
Orientasi:
Terjadi perdebatan yang sangat seru antara Pemulung dan pak RT.
Krisis:
Pemulung yang buta huruf dan sampah perumahan yang berserakan.
Reaksi:
Pak RT sangat tidak ingin seorang pemulung menjelekan komplek perumahan elite itu.
Koda:
Pak RT ingin mengambil tindakan yang tegas untuk petugas kebersihan.



3 komentar:

  1. Lalu, pertanyaannya, bagaimana kita menghitung tinggi tiang listrik? Apakah kita menghitungnya dalam keadaan tegak menjulang ke atas ataukah kita merentangkannya di atas tanah? Yg kita hitung adalah tinggi atau panjang?

    #Free anekdot, from Madura.

    BalasHapus
  2. Paya kak mak pas jeu komentar riah 😂

    BalasHapus
  3. Fakta yang terungkap dalam teks anekdot tersebut, yang menjadi sasaran kritik adalah

    BalasHapus