Senin, 26 Maret 2018

SIDANG SUSILA


SINOPSIS
SIDANG SUSILA

            Di sebuah pinggiran kota, ada gerombolan penari Tayub. Mira menari berlenggok sensual, sehingga mengundang gairah para lelaki berjoget. Muncullah Susila, Mira langsung menyambutnya dengan genit, dan Susila pun ikut menari. Tubuhnya yang tambun nampak eksotis dan nampak lucu. Tayuban terus berlangsung dengan tarian yang semakin lama semakin HOT. Namun, tiba-tiba muncul beberapa Polisi Moral, langsung mengobrak-abrik tayuban itu.
            Polisi Mengepung Susila seolah mendapatkan paus besar. Susila diseret dan digelandang para petugas. Susila dituding Jaksa, Hakim, dan Polisi sebagai penjahat moral, atas tindakan pornografi dan pornoaksi. Wartawan mendesak pertanyaan pada Jaksa mengenai pelaksanaan persidangan Susila. Susila sudah berada di sel tahanan. Siap tidak siap Susila dihadapkan petugas untuk diintrogasi. Petugas jaga jarak dengan Susila karena takut terinveksi, mengintrogasi susila dengan tegas.
            Seorang Hakim, Jaksa, dan Pembela datang ke sel Susila. Lagi-lagi Susila dituding, kali ini dengan sebutan pesakitan dan diperlakukan seolah menjijikkan. Susila juga dianggap lebih berbahaya dari Psikopat. Banyak masyarakat yang kemudian menjadikan Susila sebagai simbol perlawanan. Susila yang dianggap berani menentang Undang-undang Susila. Namun, di mata sebagian orang Susila justru dijadikan sebgai idola.
            Kepanikan meraung-raung ketika Susila Parna dikabarkan telah kabur dari tahanan. Padahal dalam urusan sidang perkara Susila belum usai di jalankan. Pencarian Susila pun dilaksankan. Orang yang tertangkap dan masih ada hubungannya dengan Susila Parna dituduh menjadi bagian dari organisasi terlarang OPM (Organisasi Pendukung Moralitas) yang dianggap sebagai kelompok ekstrim dengan tindakan asusila. Mereka kemudian dianggap sebagai penjahat moral yang menjijikkan dan perusak kesetabilan moral negara.
            Dibalik kasus Susila Parna, konflik berbagai kepentingan pun bermunculan. Petugas kepolisian, Hakim, Jaksa, Pembela berusaha mencari kesempatan dari ‘proyek susila’. bahkan bagian dari orang-orang yang harusnya berperan dan bertugas untuk negara justru mereka menyembunyikan perilaku amoral dan tindak asusila. Mereka hanya berpura-pura menegakkan keadilan dan patuh terhadap aturan. Solah memiliki muka dua.



2 komentar:

  1. Sejak awal, ada bagian penting dari kisah ini yg agak sering diabaikan dalam kehidupan bermasyarakat,
    Ialah, sebuah interpretasi dan pengejawantahan tarian erotis dan sensual pd tataran yg lebih umum. Bahwa pada dasarnya 2 hal tersebut sudah sanggup muncul hanya dg desain pakaian yg dikenakan. Tanpa menari pun sdh sensual dan erotis.

    Ya, di luar itu, hitungan moral di dalam masyarakat kita masih berbeda2, belum memiliki asas pondasi yg seia-sekata. Bisa jadi setali tiga uang jika semakin lama generasi yg datang setelah ini semakin mengurangi timbangan moralnya. Bahkan menjualnya tanpa sepeser pun. Cuma-cuma.

    Applause to mbak Muza.. (y)
    Excited note..

    BalasHapus