TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS
Teks eksplanasi merupakan teks yang
dibuat bedasarkan pengamatan atas suatu kejadian atau fenomena. Pengamatan itu
terfokus pada proses. Perlu diketahui beberapa kriteria yang harus dipenuhi
apabila hendak mengidentifikasi teks eksplanasi. Identifikasi yang dimaksudkan
untuk mendapatkan eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.
Kriteria
tersebut adalah sebagai berikut:
- Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
- Membuat informasi berdasrkan fakta.
- Biasanya memuat informasi keilmiahan.
- Makna yang mudah untuk dipahami.
- Pesan yang disampaikan efekstif.
A. Fungsi Teks
Eksplanasi
Teks eksplanasi pada umumnya
digunakan untuk mendeskripsikan kejadian. Deskripsi yang dimaksud, berkaitan
dengan proses melakukan sesuatu pekerjaan atau berlangsungnya kegiatan
tertentu, sebab-akibat, dan perihal lain yang sejenis. Teks eksplanasi juga
memiliki fungsi sosial yaitu dalam bentuk penjelasan tentang bagaimana dan
mengapa sesuatu dapat terjadi. Teks eksplanasi umumnya mencakup gejala alam,
gejala sosial dan kebudayaan, atau proses terhadap sesuatu.
B. Struktur Teks
Eksplanasi
Secara umum, struktur teks eksplanasi
terdiri dari tiga bagian yaitu sebagai berikut:
a)
Penjelasan umum, berisi keterangan singkat
tentang apa yang dijelaskan.
b) Penjelasan proses, berisi rangkaian penjelasan
yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja.
c)
Penutup, berisi simpulan/rangkuman dari
penjelasan sebelumnya.
C.
Kaidah/Kebahasaan
Teks Eksplanasi
a)
Menggunakan kata benda yang bersifat umum.
b)
Menggunakan kata kerja.
c)
Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam
mengungkapkan proses.
d)
Menggunakan fakta.
e)
Menggunakan bentuk kalimat pasif.
Contoh Teks Eksplanasi
BANJIR
Banjir
adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi
dan durasi lama pada daerah aliran sungai. Banjir dapat disebabkan oleh
beberapa faktor. Diantaranya adalah faktor alam dan tindakan manusia. Faktor
alam antara lain yakni erosi, sedimentasi, curah hujan, pengaruh
fisiografi/geofisik sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Faktor
penyebab banjir karena manusia antara lain yakni pengubahan tata guna lahan,
membuang sampah sembarangan, kawasan padat penduduk di bantaran sungai, dan
kerusakan bangunan pengendali banjir.
Banjir juga dapat dikarenakan faktor
sosial. Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan
dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai
diubah menjadi pemukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20
kali. Angka 6 sampai angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis
pemukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit
puncak yang signifikan. Degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang sangat
penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan
drainase, daerah serapan, dan tanpa memperhatikan data intesitas hujan dapat
menyebabkan bencana banjir.
Pembuangan sampah di daerah aliran
sungai membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air tidak akan
keluar dari sungai karena daya tampung sungai yang berkurang. Kawasan padat
penduduk di sepanjang sungai/dreinase dapat menjadi penghambat aliran dan daya
tampung sungai. Maslah kawasan kumuh dikenal sebagai faktor sosial terhadap
masalah banjir di daerah perkotaan.
Pemeliharaan kurang memadai pada
bangunan pengendali banjir, dapat menimbulkan kerusakan. Pada kahirnya, tidak
berfingsi sehingga dapat meningkatkan kuantitas banjir. Dengan demikian sangat
penting untuk menjaga keseimbangan alam agar tetap terjaga, sehingga dapat
menanggulangi adanya bencana banjir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar