Senin, 19 Maret 2018

TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS



TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS

            Teks eksplanasi merupakan teks yang dibuat bedasarkan pengamatan atas suatu kejadian atau fenomena. Pengamatan itu terfokus pada proses. Perlu diketahui beberapa kriteria yang harus dipenuhi apabila hendak mengidentifikasi teks eksplanasi. Identifikasi yang dimaksudkan untuk mendapatkan eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.
Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Membuat informasi berdasrkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Makna yang mudah untuk dipahami.
  5. Pesan yang disampaikan efekstif.

A. Fungsi Teks Eksplanasi
            Teks eksplanasi pada umumnya digunakan untuk mendeskripsikan kejadian. Deskripsi yang dimaksud, berkaitan dengan proses melakukan sesuatu pekerjaan atau berlangsungnya kegiatan tertentu, sebab-akibat, dan perihal lain yang sejenis. Teks eksplanasi juga memiliki fungsi sosial yaitu dalam bentuk penjelasan tentang bagaimana dan mengapa sesuatu dapat terjadi. Teks eksplanasi umumnya mencakup gejala alam, gejala sosial dan kebudayaan, atau proses terhadap sesuatu.

B. Struktur Teks Eksplanasi
Secara umum, struktur teks eksplanasi terdiri dari tiga bagian yaitu sebagai berikut:
a)      Penjelasan umum, berisi keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan.
b)  Penjelasan proses, berisi rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja.
c)      Penutup, berisi simpulan/rangkuman dari penjelasan sebelumnya.

C.  Kaidah/Kebahasaan Teks Eksplanasi
a)      Menggunakan kata benda yang bersifat umum.
b)      Menggunakan kata kerja.
c)      Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses.
d)     Menggunakan fakta.
e)      Menggunakan bentuk kalimat pasif.


Contoh Teks Eksplanasi

BANJIR

            Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai. Banjir dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah faktor alam dan tindakan manusia. Faktor alam antara lain yakni erosi, sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Faktor penyebab banjir karena manusia antara lain yakni pengubahan tata guna lahan, membuang sampah sembarangan, kawasan padat penduduk di bantaran sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
            Banjir juga dapat dikarenakan faktor sosial. Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi pemukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 sampai angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis pemukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang sangat penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah serapan, dan tanpa memperhatikan data intesitas hujan dapat menyebabkan bencana banjir.
            Pembuangan sampah di daerah aliran sungai membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air tidak akan keluar dari sungai karena daya tampung sungai yang berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/dreinase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Maslah kawasan kumuh dikenal sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir di daerah perkotaan.
            Pemeliharaan kurang memadai pada bangunan pengendali banjir, dapat menimbulkan kerusakan. Pada kahirnya, tidak berfingsi sehingga dapat meningkatkan kuantitas banjir. Dengan demikian sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam agar tetap terjaga, sehingga dapat menanggulangi adanya bencana banjir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar