Senin, 12 Maret 2018

TEKS EKSPOSISI



TEKS EKSPOSISI

            Dalam penyampaian informasi, haruslah disampaikan dengan cara penyampaian yang tepat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teks eksposisi. Paragraf eksposisi merupakan paragraf yang bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan dan menerangkan sesuatu tanpa  disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Teks eksposisi bisa digunakan untuk menyajikan pengetahuan, permaslahan, argumentasi, dan rekomendasi.
Berikut pendapat mengenai eksposisi menurut ahli.
a.       Jos Daniel Parera (1987: 05) dalam buku Menulis Tertib dan Sistematik mengatakan bahwa tulisan eksposisi betujuan untuk memberikan informasi. Penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah agar pembaca dan pendengar memahaminya.
b.      Aceng Hasani (2005: 30) dalam buku Ikhwal Menulis juga mendefinisikan bahwa eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam penyampaian uraian ilmiah dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca. Melalui eksposisi, pembaca tidak diharuskan untuk menerima pendapat penulis. Pembaca dapat menolak atau menerima hal yang dikemukakan oleh penulis.

Struktur Teks Eksposisi
a)      Berisi pendapat, gagasan, dan keyakinan penulis.
b)      Uraian bersifat objektif, yang dimaksudkan menambah ilmu pengetahuan.
c)      Uraian/argumentasi diperjelas dengan fakta.
d)     Contoh-contoh yang diuraikan sebagai pelengkap disampaikan melalui analisis dan sintesis.
e)      Paragraf diakhiri dengan penegasan ulang pendapat, bukan ajakan atau permintaan dukungan.



Kaidah Teks Eksposisi
1.      Menggunakan nomina dan pronomina.
2.      Menggunakan kata-kata leksikal verba, adjektiva, dan adverbia.
3.      Menggunakan konjungsi (kata hubung).
4.      Menyajikan argumentasi urut.
5.      Menyatakan sikap penulis (setuju/tidak setuju)

Contoh Teks Eksposisi
Era Telekomunikasi

            Android dan informasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam era telekomunikasi. Tidak dapat diabaikan oleh siapapun, karena keduanya sangat penting. Jika seseorang tidak mampu memanfaatkannya, dalam hitungan menit saja maka seolah ditinggalkan oleh lajunya kehidupan. Apabila kita cermati baik langsung maupun tidak langsung, secara nalar kita dapat membedakan antara telepon dan informasi.
            Perbedaan pertama dari segi fisik. Android merupakan satu hal yang konkret bisa dilihat oleh mata, disaksikan secara jelas, dan dapat digunakan untuk beragam kepentingan. Adapun informasi merupakan perihal yang abstrak, yang tidak bisa dilihat oleh mata, tetapi dapat dirasakan keberadaannya, dan dilaksanakan berbagai macam kepentingan pula.
            Perbedaan selain yang telah disebutkan, misalnya dalam segi manfaat. Android bermanfaat untuk menyampaikan pesan kepada keluarga, saudara, teman yang jauh yang terasa dekat. Pesan yang disampaikan dapat dilakukan melalui surel maupun media sosial, yang tentunya semakin pesat seiring berkembangnya zaman.
            Informasi juga bermanfaat sebagai sarana penyampaian pesan kepada keluarga, saudara, teman, dan rekan bisnis untuk meningkatkan hubungan baik di antara mereka. Namun, jika android hilang, kita mampu melacaknya. Sebaliknya juka informasi hilang, kita sulit untuk melacaknya.
            Perbedaan antara andrid dan informasi dapat dikaji secara mendetail berdasarkan ciri khasnya. Android merupakan barang elektronik yang harganya mahal dan semakin lama semakin murah. Demikian juga dengan informasi. Namun, yang dijadikan garis bawah untuk membedakan keduanya. Jika dibagi kepada orang-orang, telepon seluler akan habis. Akan tetapi, informasi justru berkembang menjadi pesat apabila dibagikan kepada orang-orang di sekitar kita.


             

1 komentar: